Selasa, 18 Juni 2013
SURAT CINTA UNTUK KECINTAANKU
Salam cinta penuh syukur ku persembahkan pada-Mu zat yang telah menciptakanku
Tanpa-Mu , apa jadinya aku?
Rasanya hati ini tak akan menemukan tempat yang tepat
Semuanya berlalu tanpa tahu indahnya tawakal pada-Mu,
Tak terasa sudah 18 tahun aku menjalani hidup sejak hari Kau izinkan aku menapaki dunia ini
Sampai saat ini sudah beragam kesalahan demi kesalahan ku lakukan
Terkadang hari demi hari aku terasa semakin jauh dari-Mu
Tapi untunglah Kau menyayangi aku , dengan sedikit peringatan Kau tarik aku kembali ke sisi-Mu
Akhir-akhir ini aku belajar sesuatu Allah, itu semua berkat rencana indah-Mu
Awalnya aku kecewa pada-Mu karena cita - cita yang telah aku rangkai sejak kecil
hancur begitu saja, mengapa tiada Kau izinkan Tuhan?
Aku heran mengapa orang-orang mengucapkan selamat ?
Tidak tahukah mereka aku baru saja mengubur hidup impianku?
Dalam kelumpuhan rasa kecewa itu aku memaksakan seulas senyum dan berterima kasih
atas ucapan selamat itu.
Berbaik sangka yang Engkau tanamkan dalam sanubariku menganggap mereka tidak tahu apa-apa.
Beban kepalaku bertambah berat saat mengutarakan rencana-Mu itu pada ayah dan bundaku
Do'a - do'a yang selama ini mereka lantunkan terasa sia-sia karena keputusan-Mu
Tapi untunglah aku punya mereka yang mengerti arti sebuah takdir
Merekapun ikut tersenyum , memberi semangat padaku untuk menerima takdir ini
Berjalannya waktu membuat ku sadar Tuhan , bahwa akupun tidak tahu apa-apa
Aku kembali menyadari bahwa rencana-Mu jauh lebih indah dari keinginanku
Apa yang Engkau beri pasti itu yang terbaik meskipun itu bukan yang aku inginkan
Akhirnya aku berhasil melihat sisi lain dari takdir ini
Belajar mencintai , menyukai dan berbesar hati menerimanya
Kau ingin aku menjadi lebih kuat , pandai bersyukur , serta arti dari sebuah keikhlasan
Kalaupun apa yang aku inginkan tak boleh menjadi milikku
Maka mudah-mudahan dengan rencana indah-Mu ini aku dapat menjadi berarti bagi orang lain
Menjadi yang terbaik di jalan ini
Akupun kembali merangkai ucapan selamat dari orang-orang yang mengucapkannya
Berterima kasih akan simpati mereka terhadap rencana-Mu ini
Aku bahagia punya mereka
Sujud syukur ku persembahkan pada-Mu Allah
Telah kau berikan aku kesempatan untuk terus melanjutkan perjuanganku
Menjadi insan yang baik dan berilmu pengetahuan
Terimakasih telah Engkau mudahkan jalanku mendapatkannya
Cinta dan kasih sayang-Mu telah mengantarkan aku sejauh ini
Kedepannya ku harapkan , jangan pernah lepaskan hatiku
Selalulah ada di hatiku Allah
Keberadaan-Mu di dalamnya sudah sangat cukup untuk menjelajahi dunia ini
* hidup itu apabila aku bersama Allah
25 hari sebelum ulang tahunku
Jumat, 17 Mei 2013
PLUS-PLUS 1 LITER AIR MATA
1 LITRE OF TEARS (Ichi Rittoru No Namida)
Film ini adalah salah satu drama Jepang yang diangkat dari sebuah novel berjudul sama. Kisah ini adalah kisah nyata perjuangan seorang gadis yang terserang penyakit Spinocerebellar Ataxia atau Spinocerebellar degeneration (ingin tau tentang penyakit ini silahkan kunjungi entri saya pada hari Rabu,15 Juni 2011 ini http://neviaxiaojie.blogspot.com/2011/06/penyakit-ataxia.html ).Gadis itu bernama Kito Aya,ia menderita penyakit ini pada usia 15 tahun dan bertahan selama 10 tahun.

Pada Film ini,Kito Aya diperankan oleh Erika Sawajiri dengan nama tokoh Ikeuchi Aya,berpasangan dengan Ryou Nishikido dengan nama tokoh Asou Haruto.Film ini sangat berbeda dengan film drama lainnya,karna sejauh tontonan saya,tidak satupun adegan tidak senonoh yang terjadi.
Menakjubkan sekali pada drama ini,saat Asou Haruto menyatakan perasaannya dengan kalimat "aku rasa,mungkin aku mencintaimu" pada Ikeuchi Aya,dan hanya dijawab dengan kalimat terbaik dan sangat sopan sekali (menurut saya) dengan kalimat "Terimakasih".Karena itulah saya benar-benar mengacungkan 2 jempol untuk film ini.
Selain kelebihan pada adegannya,film ini juga menawarkan wisata hati pada penontonnya.Mulai dari bagaimana "ikhlas" itu yang sesungguhnya, bagaimana hidup yang terperangkap nasib dan cara penerimaannya.Menurut saya yang paling perlu sekali dipelajari remaja sekarang adalah bagaimana cinta itu sebenarnya,bagaimana cara mencintai seseorang tanpa perlu balasan apa-apa,serta pengorbanan hati demi yang dicintai tanpa harus ia ketahui.
Film ini juga sangat cocok ditonton oleh para medis,khususnya yang berada pada lingkungan spesialis syaraf.Film ini mengajarkan bagaimana sikap dokter saat menghadapi pasien dan keluarga ditengah kondisi genting maupun sikap keramahan dokter yang dapat menjadi sahabat bagi pasiennya.

Industri perfilman Indonesia juga telah membuat film ini dengan versi Indonesia,berjudul Buku Harian Nayla.Film ini dibuat khusus untuk hari natal pada saat itu,sehingga suasananya sangat kental beragama Kristen.Film ini juga bagus,diperankan oleh Chelsea Olivia dengan nama tokoh Nayla dan berpasangan dengan Glenn Alinskie dengan nama tokoh Moses.Namun sangat disayangkan film ini sedikit mengadakan adegan yang saya rasa kurang pantas dilakukan oleh peran mereka sebagai anak sekolahan di film tersebut.
Selebihnya,baik versi Jepang dengan "Ichi Rittoru No Namida" maupun versi Indonesia dengan "Buku Harian Nayla" sangat baik ditonton dan bersiap-siaplah untuk menangis.
Film ini adalah salah satu drama Jepang yang diangkat dari sebuah novel berjudul sama. Kisah ini adalah kisah nyata perjuangan seorang gadis yang terserang penyakit Spinocerebellar Ataxia atau Spinocerebellar degeneration (ingin tau tentang penyakit ini silahkan kunjungi entri saya pada hari Rabu,15 Juni 2011 ini http://neviaxiaojie.blogspot.com/2011/06/penyakit-ataxia.html ).Gadis itu bernama Kito Aya,ia menderita penyakit ini pada usia 15 tahun dan bertahan selama 10 tahun.
Pada Film ini,Kito Aya diperankan oleh Erika Sawajiri dengan nama tokoh Ikeuchi Aya,berpasangan dengan Ryou Nishikido dengan nama tokoh Asou Haruto.Film ini sangat berbeda dengan film drama lainnya,karna sejauh tontonan saya,tidak satupun adegan tidak senonoh yang terjadi.
Menakjubkan sekali pada drama ini,saat Asou Haruto menyatakan perasaannya dengan kalimat "aku rasa,mungkin aku mencintaimu" pada Ikeuchi Aya,dan hanya dijawab dengan kalimat terbaik dan sangat sopan sekali (menurut saya) dengan kalimat "Terimakasih".Karena itulah saya benar-benar mengacungkan 2 jempol untuk film ini.
Selain kelebihan pada adegannya,film ini juga menawarkan wisata hati pada penontonnya.Mulai dari bagaimana "ikhlas" itu yang sesungguhnya, bagaimana hidup yang terperangkap nasib dan cara penerimaannya.Menurut saya yang paling perlu sekali dipelajari remaja sekarang adalah bagaimana cinta itu sebenarnya,bagaimana cara mencintai seseorang tanpa perlu balasan apa-apa,serta pengorbanan hati demi yang dicintai tanpa harus ia ketahui.
Film ini juga sangat cocok ditonton oleh para medis,khususnya yang berada pada lingkungan spesialis syaraf.Film ini mengajarkan bagaimana sikap dokter saat menghadapi pasien dan keluarga ditengah kondisi genting maupun sikap keramahan dokter yang dapat menjadi sahabat bagi pasiennya.
Industri perfilman Indonesia juga telah membuat film ini dengan versi Indonesia,berjudul Buku Harian Nayla.Film ini dibuat khusus untuk hari natal pada saat itu,sehingga suasananya sangat kental beragama Kristen.Film ini juga bagus,diperankan oleh Chelsea Olivia dengan nama tokoh Nayla dan berpasangan dengan Glenn Alinskie dengan nama tokoh Moses.Namun sangat disayangkan film ini sedikit mengadakan adegan yang saya rasa kurang pantas dilakukan oleh peran mereka sebagai anak sekolahan di film tersebut.
Selebihnya,baik versi Jepang dengan "Ichi Rittoru No Namida" maupun versi Indonesia dengan "Buku Harian Nayla" sangat baik ditonton dan bersiap-siaplah untuk menangis.
Minggu, 17 Maret 2013
Semuanya Lengkap,Tapi Itulah yang Tak Terungkap
"Demi jas putih,akan ku kejar walau harus ke ujung pulau sumatera"
Kata itu masih segar berdesir di telinga ku,rasanya baru detik ini aku mengucapkannya,padahal tak terasa sudah 8 tahun berlalu,ketika aku masih di kota mati itu.
Padang,ya,itulah kota kelahiranku sekaligus kota mati ku,di sana aku bermimpi begini dan begitu,dan di sana pula lembar kenyataan terakhir akan ditutup.
Dari kecil aku berambisi menjadi seorang dokter,ketika SMA mimpi itu terasa semakin dekat dan bertambah.Tambahannya adalah mengubah sistem pelayanan kesehatan dan sistem pendidikan.Rasanya menarik sekali,tapi jalan yang akan aku tempuh untuk meraih mimpi itu bukan main berbahayanya.Jika dianalogikan mimpi itu adalah sebuah bintang,maka jalan yang aku tempuh adalah melintasi tujuh lapisan langit,hantaman meteor,belum lagi panasnya bintang tak akan bisa ku pegang dengan tangan kosong.Tapi inilah nafsu,nafsu muthmainnah atau tidak tapi tetap melambungkan angan ku,bertekad bahwa aku bisa menembus lapisan langit,menangkis meteor sekaligus menemukan sesuatu yang bisa membantuku untuk menahan panasnya bintang.
Ketika bintang (mimpi) itu berkelap-kelip dalam pejamnya tidurku,maka hasrat untuk mendapatkannya semakin kuat memeluk hatiku.Aku berlatih bagaimana terbang dan akhirnya usaha ku membuahkan hasil.Aku lulus di salah satu universitas paling ujung Indonesia dengan program studi pendidikan dokter.Ya,langit yang 7 telah berhasil ku tembus,aku bersiap-siap menentang beragam meteor yang akan menghantam.
Meteor pertama adalah beratnya perpisahan dengan keluarga,teman organisasi, sahabat dan orang itu.Aku benci dengan perpisahan.Ku tabahkan hati dan menyemangati diri bahwa aku sudah sampai sejauh ini maka tak ada waktu untuk kembali dan bertanya nasib.Perpisahan dan bayangan hidup sendiri di negeri orang mengahantui lambaian tangan di bandara.Tidak ada yang perlu aku takutkan,Allah selalu di hatiku.Aku pergi ma,pa,teman..............
Kuliah kedokteran yang ku inginkan memang sesulit yang ku bayangkan,namun lebih indah dari yang ku perkirakan.Sudah banyak meteor yang datang,menghujam kepala,menghantam pundak bahkan menimpa batinku.Semuanya berhasil ku kalahkan,kecuali perasaan pada orang itu.Tahun pertama,kedua,ketiga hingga saatnya di tahun ke lima aku berhasil meraih gelar S.Ked .
Wisuda kali itu semua teman-temanku memakai pakaian yang bagus,cantik, berdandan, dan sepertinya tinggi mereka bertambah karena sepatunya.Tetapi lihatlah penampilanku,hanya memakai baju yang biasa kukenakan ke kampus saat kuliah,rok yang telah berkali-kali ku jahit ulang karena benangnya lepas , dan sepatu tali yang malamnya ku cuci namun tidak sempat kering,masih basah.Kedua orang tuaku juga tak sempat hadir karena hari itu adalah hari pernikahan kakakku juga.Senyum,ya hanya itulah yang menyinari langkah ku,saat namaku disebutkan sebagai lulusan program studi pendidikan dokter sekaligus nama ayahku.
Itu adalah cerita 3 tahun yang lalu.Hari ini aku mamakai toga kembali,namun berbeda dari wisuda pertama itu,aku memakai kebaya dengan jilbab indah dan sepatu berbunga,keluarga ku hadir.Cita-cita ku tercapai,bintang yang panas itu dengan sendirinya dapat aku genggam.Gelar "dr" telah memandu namaku.Namun tinggal satu harapan,andai orang itu hadir di kehidupan ku lagi saat ini.Semuanya lengkap,tapi itulah yang tak terungkap.
"cerita ini hanyalah inspirasi di sore hari,tak ada unsur apa dan mengapa."
Kata itu masih segar berdesir di telinga ku,rasanya baru detik ini aku mengucapkannya,padahal tak terasa sudah 8 tahun berlalu,ketika aku masih di kota mati itu.
Padang,ya,itulah kota kelahiranku sekaligus kota mati ku,di sana aku bermimpi begini dan begitu,dan di sana pula lembar kenyataan terakhir akan ditutup.
Dari kecil aku berambisi menjadi seorang dokter,ketika SMA mimpi itu terasa semakin dekat dan bertambah.Tambahannya adalah mengubah sistem pelayanan kesehatan dan sistem pendidikan.Rasanya menarik sekali,tapi jalan yang akan aku tempuh untuk meraih mimpi itu bukan main berbahayanya.Jika dianalogikan mimpi itu adalah sebuah bintang,maka jalan yang aku tempuh adalah melintasi tujuh lapisan langit,hantaman meteor,belum lagi panasnya bintang tak akan bisa ku pegang dengan tangan kosong.Tapi inilah nafsu,nafsu muthmainnah atau tidak tapi tetap melambungkan angan ku,bertekad bahwa aku bisa menembus lapisan langit,menangkis meteor sekaligus menemukan sesuatu yang bisa membantuku untuk menahan panasnya bintang.
Ketika bintang (mimpi) itu berkelap-kelip dalam pejamnya tidurku,maka hasrat untuk mendapatkannya semakin kuat memeluk hatiku.Aku berlatih bagaimana terbang dan akhirnya usaha ku membuahkan hasil.Aku lulus di salah satu universitas paling ujung Indonesia dengan program studi pendidikan dokter.Ya,langit yang 7 telah berhasil ku tembus,aku bersiap-siap menentang beragam meteor yang akan menghantam.
Meteor pertama adalah beratnya perpisahan dengan keluarga,teman organisasi, sahabat dan orang itu.Aku benci dengan perpisahan.Ku tabahkan hati dan menyemangati diri bahwa aku sudah sampai sejauh ini maka tak ada waktu untuk kembali dan bertanya nasib.Perpisahan dan bayangan hidup sendiri di negeri orang mengahantui lambaian tangan di bandara.Tidak ada yang perlu aku takutkan,Allah selalu di hatiku.Aku pergi ma,pa,teman..............
Kuliah kedokteran yang ku inginkan memang sesulit yang ku bayangkan,namun lebih indah dari yang ku perkirakan.Sudah banyak meteor yang datang,menghujam kepala,menghantam pundak bahkan menimpa batinku.Semuanya berhasil ku kalahkan,kecuali perasaan pada orang itu.Tahun pertama,kedua,ketiga hingga saatnya di tahun ke lima aku berhasil meraih gelar S.Ked .
Wisuda kali itu semua teman-temanku memakai pakaian yang bagus,cantik, berdandan, dan sepertinya tinggi mereka bertambah karena sepatunya.Tetapi lihatlah penampilanku,hanya memakai baju yang biasa kukenakan ke kampus saat kuliah,rok yang telah berkali-kali ku jahit ulang karena benangnya lepas , dan sepatu tali yang malamnya ku cuci namun tidak sempat kering,masih basah.Kedua orang tuaku juga tak sempat hadir karena hari itu adalah hari pernikahan kakakku juga.Senyum,ya hanya itulah yang menyinari langkah ku,saat namaku disebutkan sebagai lulusan program studi pendidikan dokter sekaligus nama ayahku.
Itu adalah cerita 3 tahun yang lalu.Hari ini aku mamakai toga kembali,namun berbeda dari wisuda pertama itu,aku memakai kebaya dengan jilbab indah dan sepatu berbunga,keluarga ku hadir.Cita-cita ku tercapai,bintang yang panas itu dengan sendirinya dapat aku genggam.Gelar "dr" telah memandu namaku.Namun tinggal satu harapan,andai orang itu hadir di kehidupan ku lagi saat ini.Semuanya lengkap,tapi itulah yang tak terungkap.
"cerita ini hanyalah inspirasi di sore hari,tak ada unsur apa dan mengapa."
Senin, 04 Maret 2013
MUNGKINKAH GOLONGAN DARAH DAPAT DIGANTI?
Anda
tentu memiliki golongan darah,bisa saja A,B,AB, atau O?Namun pernahkah anda
membayangkan bahwa golongan darah anda bisa ditukar oleh seorang dokter dengan
cara sederhana,ya,dengan bioteknologi.
Hal
ini dapat bermanfaat saat seseorang kehabisan darah karena sesuatu hal namun
stok darah yang sesuai sudah habis.Namun,pihak lain dapat saja memanfaatkan hal
ini untuk tindakan lain yang dapat merugikan.Dalam artikel yang dimuat jurnal
Nature Biotechnology, tim peneliti internasional menjelaskan bagaimana mereka
dapat mengubah darah dari tipe A, B atau AB menjadi darah tipe O.
Molekul gula sederhana pada
permukaan sel darah merah yang disebut antigen menentukan golongan darah
seseorang. Salah satu jenis antigen akan menentukan tipe darah A, sedangkan
antigen lainnya menentukan golongan darah B, dan orang yang memiliki kedua
jenis antigen memiliki golongan darah AB. Orang yang tidak memiliki antigen
memiliki golongan darah O, dan jumlahnya sekitar 40 persen dari populasi.
Para peneliti yang dipimpin oleh
Prof Henrik Clausen dari Universitas Kopenhagen memeriksa 2.500 jenis jamur dan
bakteri untuk mencari protein yang bermanfaat. Setelah melalui pencarian
panjang, diketahui dua jenis bakteri, yaitu Elizabethkingia meningosepticum dan
Bacterioides fragilis, menghasilkan enzim yang mampu melepaskan antigen yang
menentukan golongan darah A dan B dari sel darah.
"Ini
proses yang cukup sederhana. Kendala utamanya adalah menemukan enzim yang tepat
sehingga dapat melepas hanya satu molekul gula dan meninggalkan molekul lain
pada permukaan sel tetap utuh," kata Prof Clausen seperti dilansir
Boston.com, Senin (27/2/2012). Bacteroides fragilis akan menghilangkan antigen
B, sedangkan Elizabethkingia meningosepticum dapat menghilangkan antigen
A. Dengan metode ini, dokter dapat mengubah pasien yang memiliki golongan darah
A, B, dan AB menjadi golongan darah O. Meskipun demikian, teknologi ini masih
memerlukan penelitian lebih lanjut.
"Ini adalah teknologi yang baik karena dapat meningkatkan persediaan darah golongan O. Tapi pengubahan golongan darah tidak sesederhana yang dibayangkan. Faktanya adalah, ketika sel dimodifikasi, dapat menyebabkan risiko dan perubahan yang tidak diharapkan," kata Steve Sloan, direktur kedokteran transfusi anak di Boston Children 's Hospital. (http://detik.net.id/health/image/lg.png)
"Ini adalah teknologi yang baik karena dapat meningkatkan persediaan darah golongan O. Tapi pengubahan golongan darah tidak sesederhana yang dibayangkan. Faktanya adalah, ketika sel dimodifikasi, dapat menyebabkan risiko dan perubahan yang tidak diharapkan," kata Steve Sloan, direktur kedokteran transfusi anak di Boston Children 's Hospital. (http://detik.net.id/health/image/lg.png)
Langganan:
Postingan (Atom)

