Film ini adalah salah satu drama Jepang yang diangkat dari sebuah novel berjudul sama. Kisah ini adalah kisah nyata perjuangan seorang gadis yang terserang penyakit Spinocerebellar Ataxia atau Spinocerebellar degeneration (ingin tau tentang penyakit ini silahkan kunjungi entri saya pada hari Rabu,15 Juni 2011 ini http://neviaxiaojie.blogspot.com/2011/06/penyakit-ataxia.html ).Gadis itu bernama Kito Aya,ia menderita penyakit ini pada usia 15 tahun dan bertahan selama 10 tahun.
Pada Film ini,Kito Aya diperankan oleh Erika Sawajiri dengan nama tokoh Ikeuchi Aya,berpasangan dengan Ryou Nishikido dengan nama tokoh Asou Haruto.Film ini sangat berbeda dengan film drama lainnya,karna sejauh tontonan saya,tidak satupun adegan tidak senonoh yang terjadi.
Menakjubkan sekali pada drama ini,saat Asou Haruto menyatakan perasaannya dengan kalimat "aku rasa,mungkin aku mencintaimu" pada Ikeuchi Aya,dan hanya dijawab dengan kalimat terbaik dan sangat sopan sekali (menurut saya) dengan kalimat "Terimakasih".Karena itulah saya benar-benar mengacungkan 2 jempol untuk film ini.
Selain kelebihan pada adegannya,film ini juga menawarkan wisata hati pada penontonnya.Mulai dari bagaimana "ikhlas" itu yang sesungguhnya, bagaimana hidup yang terperangkap nasib dan cara penerimaannya.Menurut saya yang paling perlu sekali dipelajari remaja sekarang adalah bagaimana cinta itu sebenarnya,bagaimana cara mencintai seseorang tanpa perlu balasan apa-apa,serta pengorbanan hati demi yang dicintai tanpa harus ia ketahui.
Film ini juga sangat cocok ditonton oleh para medis,khususnya yang berada pada lingkungan spesialis syaraf.Film ini mengajarkan bagaimana sikap dokter saat menghadapi pasien dan keluarga ditengah kondisi genting maupun sikap keramahan dokter yang dapat menjadi sahabat bagi pasiennya.
Industri perfilman Indonesia juga telah membuat film ini dengan versi Indonesia,berjudul Buku Harian Nayla.Film ini dibuat khusus untuk hari natal pada saat itu,sehingga suasananya sangat kental beragama Kristen.Film ini juga bagus,diperankan oleh Chelsea Olivia dengan nama tokoh Nayla dan berpasangan dengan Glenn Alinskie dengan nama tokoh Moses.Namun sangat disayangkan film ini sedikit mengadakan adegan yang saya rasa kurang pantas dilakukan oleh peran mereka sebagai anak sekolahan di film tersebut.
Selebihnya,baik versi Jepang dengan "Ichi Rittoru No Namida" maupun versi Indonesia dengan "Buku Harian Nayla" sangat baik ditonton dan bersiap-siaplah untuk menangis.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar