Selasa, 19 Agustus 2014

Fenomena Impor Pangan Indonesia

Ini salah satu tugas dari mata kuliah pilihan Keanekaragaman Hayati (Kehati) :D

Predikat sebagai negara agraris mungkin sudah mulai diragukan kepantasannya apabila keadaan sektor pertanian masih seperti ini.Semakin bertambahnya persentase impor pangan yang tercatat pada BPS sudah seharusnya disebut memprihatinkan.Dalam jangka 10 tahun saja (2003-2013), persentasenya melambung hingga 4 kali lipat.Barangkali pemerintah merasa sudah tidak punya jalan lain menghadapi pertumbuhan jumlah penduduk yang mencapai 18% dalam rentang waktu 10 tahun juga.Pertumbuhan penduduk yang besar selain menambah jumlah konsumen,juga memperbesar kemungkinan berkurangnya lahan pertanian.Hal itu adalah akibat dari pengalihfungsian lahan pertanian menjadi perumahan, gedung, jalan,dll.Akhirnya dapat disimpulkan bahwa Indonesia sebagai negara agraris telah melemah kemampuannya dalam menghasilkan produk pertanian sehingga harus ditutupi dengan impor pangan.

Jika ditinjau dari segi teknologi, Indonesia masih kalah jauh.Menurut sumbernya (Media Indonesia) tidak banyak berkembang.Akibatnya banyak petani yang menyerah pada keadaan.Hingga memilih untuk beralih profesi.Seperti menjadi pedagang,buruh bangunan,dll. Bahkan jika keadaan masih tetap tidak berubah atau semakin parah, maka bisa dipastikan sektor pertanian akan berubah dari eksportir neto menjadi importir neto.

Keadaan seperti ini padahal jelas-jelas bertentangan dengan 2 undang-undang yaitu UU no 18 Th 2012 tentang pangan yang menyatakan bahwa pemerintah harus menetapkan kebijakan impor pangan yang berefek negatif terhadap usaha petani.Selanjutnya UU no 19 th 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani serta memberikan jaminan kesejahteraan kepada petani agar bisa tetap berproduksi.

Seharusnya pemerintah dapat berpegang teguh pada 2 undang-undang tersebut sembari mengusahakan yang terbaik.Contohnya dengan menjadikan wilayah pertanian sebagai wilayah perlindungan dari pengalihfungsian lahan.Serta membatasi pembangunan yang mempersempit wilayah pertanian.Mengembangkan teknologi pertanian dengan memanfaatkan seluruh ahlinya, agar hasil produksi tidak kalah bagus dibanding produk impor.Memberi kesejahteraan pada pelaku pertanian supaya betah untuk terus berusaha ddi bidang ini dan yang paling penting adalah membuat dan menegaskan peraturan  tentang batasan impor produk pertanian agar produk dalam negeri tidak tersaingi.

-Vivi D Jack-

Sumber informasi : Media Indonesia

Minggu, 17 Agustus 2014

Semoga Tidak Hari Ini Saja

Semoga Tidak Hari Ini Saja
By : Nevia Prima Vera (Staff Dinas Kajian Pertanian BEM KM FP UNAND)

Barangkali aku melambung,
Di antara ribuan pujian yang datang kepadaku,
Mereka bilang begitu mencintai, dan bangga,
Merasa beruntung aku menjadi miliknya,
Rasanya indah memang,
Barangkali tidak pernah aku rasakan indah sehina ini,
Karena pujian-pujian itu datang hari ini,
Datang hari ini membahagiakan aku, namun sekaligus untuk berpamit,
Lalu datang setahun lagi di tanggal yang sama,
Aku tahu pujian hari ini hanya untuk kalian ingat bahwa hari ini
Aku pernah diproklamirkan,katanya supaya aku “merdeka”
Setidaknya aku sudah senang karna kalian masih ingat tanggal ini,
17 agustus 1945,
Tapi mungkin satu hal yang membuat aku senang menjadi aku,
Aku,Indonesia yang sejauh ini selalu mampu terima kamu semua apa adanya,
Wahai bangsaku... semoga mulai sekarang,tidak hari ini saja,
Kalian ingat akan aku,
Setidaknya sebut namaku dalam do’amu,

Do’akan agar aku tetap di posisi kebanggaanmu,

Waktunya Untuk Mengisi Kemerdekaan

Waktunya Untuk Mengisi Kemerdekaan
By : Nevia Prima Vera (Staf Dinas Kajian Pertanian BEM KM FP UNAND)

Tepat pada hari ini,69 tahun yang lalu bangsa Indonesia di bawah pimpinan Soekarno-Hatta memproklamirkan diri sebagai bangsa yang merdeka.Sepertinya sudah terlalu lama hingga akhirnya kita sebagai bangsa Indonesia telah lupa cara untuk mengisi kemerdekaan ini.Untuk hal ini kita tidak perlu lagi berjuang dengan tumpahan darah melawan penjajahan,atau berunding dengan perjanjian ini itu hanya untuk mempertahankan setiap jengkal tanah Indonesia yang kita yakin itu adalah milik kita.

Saat ini adalah waktunya bagi kita mengisi kemerdekaan Indonesia.Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa kemerdekaan ini tidak mudah untuk diperoleh.Proses meraihnya berlangsung selama 3,5 abad.Kita juga patut bersyukur memiliki kesempatan untuk merasakan nikmat kemerdekaan.Karena masih banyak negara-negara lain hingga saat ini masih berada dalam status jajahan dan peperangan.
Untuk mengisi kemerdekaan ini salah satu pilihan yang dapat kita lakukan adalah mengabdi sungguh-sungguh pada bidang masing-masing.Dalam konteks kehidupan mahasiswa seperti membangun Indonesia sesuai dengan ilmu yang kita pelajari.Seperti mahasiswa pertanian yang berusaha sungguh-sungguh untuk belajar agar ilmunya dapat berguna membangun sektor pertanian.Tujuannya agar Indonesia bisa mencapai atau mempertahankan kemandirian pangan.Sama halnya untuk bidang ilmu lain, seperti teknik, ekonomi, budaya, seni,  sains, pendidikan dan lain-lain.
Hal lain yang patut dimengerti dari mengisi kemerdekaan adalah bagaimana cara kita mencintai Indonesia ini. Lumrahnya cinta itu selalu memberi tanpa pernah diminta dan selalu mengerti tanpa banyak menuntut. Begitulah sebaiknya mencintai negara sendiri.Ibarat sebuah nasehat klasik menyatakan bahwa jangan bertanya apa yang telah negara berikan pada kita,namun tanyalah apa yang sudah kita berikan pada negara ini. Meski sebagian kita memandang terlalu banyak kekurangan yang  menjelma dalam negara Indonesia, tapi ini semua tak lepas dari kesalahan kita sendiri.Maka tanggungjawab kita pula untuk memperbaikinya. Walaupun banyak yang berkata itu semua berat,sulit dan prosesnya lama.Perlahan tapi pasti jika kita bersungguh-sungguh dalam mencintai Indonesia dan mengusahakan yang terbaik untuk Indonesia semua pasti akan dipermudah oleh-Nya.
Satu pertanyaan terakhir yang harus direnungkan adalah apakah Tuhan menciptakan Indonesia untuk kita,ataukah kita untuk Indonesia? Jawabannya hanya ada dalam hati kita masing-masing.

Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia !

1945 - 2014

Kamis, 14 Agustus 2014

Cepatnya Penggantian Kurikulum Pendidikan,Efektifkah?

Tren terkini dari dunia pendidikan adalah tentang kurikulum 2013.Banyak pro dan kontra menyelimuti awal-awal peluncuran kurikulum ini.Kurikulum 2013 adalah sistem pendidikan terbaru yang dicanangkan oleh kementrian pendidikan setelah sebelumnya dilaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mulai 2006 lalu.Nama lainnya adalah kurikulum berbasis karakter.Sesuai dengan nama tersebut,ada hal baru yang ditawarkan kurikulum ini yaitu peserta didik dituntut paham atas materi, aktif dalam berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun disiplin yang tinggi.

Namun rasanya terlalu cepat dunia pendidikan mengalami penggantian kurikulum.KTSP 2006 bahkan masih berada dalam tahap uji coba dan diketahui bahwa masih ada sekolah-sekolah yang belum melaksanakannya.Ini mungkin pertimbangan pertama untuk meragukan pelaksanaan kurikulum baru.Indonesia bukan negara yang kecil, bukan negara yang ada dalam satu kesatuan daratan, masih banyak pelosok yang tidak 100% terjamah oleh pemerintah.Akhirnya banyak sekolah yang keteteran dalam mengikuti kecepatan pertukaran kurikulum.Pertanyaannya, tidak bisakah tuntutan untuk peserta didik yang telah disebutkan di atas ditambahkan saja untuk penyempurnaan KTSP 2006?

Berikutnya,setiap pergantian kurikulum mengakibatkan bergantinya pula model buku sebagai sarana belajar-mengajar.Pelaku pendidikan menyimpulkan bahwa buku yang berbeda kurikulumnya tidak dapat dipakai lagi pada kurikulum sekarang karena sudah tidak sesuai.Akhirnya semua harus membeli buku baru.Barangkali konten dalam buku tersebut tidak jauh berbeda dari buku di kurikulum sebelumnya.Hal ini mengakibatkan tidak efektifnya penggunaan anggaran pendidikan, tidak sedikit yang digunakan dalam percetakan buku-buku baru.Ini adalah dunia pendidikan, kunci yang menentukan kualitas bangsa Indonesia.Hendaknya dilaksanakan tanpa ada hal-hal yang dilakukan untuk menguntungkan pihak-pihak tertentu.

Jika  kurikulum pendidikan harus berubah untuk terus menuju pada pendidikan Indonesia yang lebih baik tentu sangat didukung untuk dilaksanakan.Namun jika ia hanya berubah tanpa adanya perbaikan yang dapat mempengaruhi  pendidikan tentu terasa sangat percuma.Hendaknya kurikulum yang baru dicanangkan berdasarkan hasil evaluasi kurikulum yang lama.Agar perbaikan demi perbaikan selalu ada.Namun,faktanya kurikulum 2013 tidak berdasarkan evaluasi dari KTSP 2006.Apalagi dalam perancangannya tidak dilibatkan guru sebagai sosok utama yang akan bersentuhan langsung dengan peserta didik.Hal ini akan membuat kebingungan guru dalam melaksanakan proses mengajar.

Perbaikan dalam sistem pendidikan di Indonesia tentu akan selalu didukung dalam pelaksanaannya.Namun alangkah lebih baik jika sistem pendidikan yang ada lalu diperbaiki keseriusan dalam prosesnya.Barangkali akan lebih efektif.Juga pemerataan jangkauan pelaksanaannya sehingga seluruh insan pendidikan Indonesia sama-sama merasakan manfaat dan proses dari kurikulum yang tengah berjalan di negaranya.Anggaran pendidikan yang disia-siakan dalam perancangan hingga pengaplikasian kurikulum baru mungkin dapat dialih-fungsikan untuk pemerataan pendidikan ini.Kalaupun nantinya ada hal-hal yang patut diperbaiki,barangkali dapat dilaksanakan dengan melibatkan guru.Harapannya agar pendidikan Indonesia terus menuju ke arah yang lebih baik lagi.Rasanya dunia pendidikan Indonesia sudah terlalu tua untuk lagi-lagi salah dalam memilih sistem yang akan diterapkan.
Nevia Prima Vera,2014

Kamis, 07 Agustus 2014

Bimbingan Aktivitas Kemahasiswaan dalam Tradisi Ilmiah Universitas Andalas (BAKTI UNAND)

BAKTI UNIVERSITAS ANDALAS 2014

Ada yang tau BAKTI?
Kalau elo adalah salah satu elemen dari Universitas Andalas,bohong banget kalau masih bilang kagak tau sama BAKTI.Bimbingan Aktivitas Kemahasiswaan dalam Tradisi Ilmiah.Kalau gue alihkan ke bahasa umumnya bisa jadi disebut masa orientasi mahasiswa baru.Di UNAND, itu ada 2 tingkat BAKTI yaitu tingkat Universitas dan tingkat fakultas.Keikutsertaan mahasiswa baru dalam rangkaian bakti ini sangat menentukan nasib sang mahasiswa selama berjuang di UNAND.Kenapa? karna semua mahasiswa yang kuliah pasti ujung-ujungnya bakalan wisuda,nah syarat untuk wisuda maka perlu sertifikat dari kegiatan BAKTI ini.

Satu tahun yang lalu gue juga ikut seluruh rangkaian BAKTI,sebagai peserta tentunya.Tapi gue paling enekkk menjalaninya.Ga enak tau nggak!bayangin aja,gue harus bangun sepagi buta.Adzan shubuh berkumandang dan gue segera sholat lalu tancap gas menembus kabut pagi menuju bukit karamuntiang atau kampus tercinta.Sampai di lokasi malah kena teriak "woii..ndak situ baris do, di ujuang tu kelompok apel a!".Siapa sih tu orang? gila meen.
BAKTI tingkat universitas pas zaman gue itu dilaksanakan selama 2 hari.Satu harinya gladi resik dan satu harinya lagi baru pembukaan serta rangkaian BAKTI universitas.Di tingkat universitas memang agak santai sih,kita cuma duduk mendengarkan pidato rektor,dan melihat penampilan dari semua UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang ada di UNAND.Dalam satu gedung auditorium itu ada berkisar 5000-an mahasiswa baru,ratusan panitia,ratusan partisipan UKM,puluhan undangan dan orang-orang lainnya.Sesak gak? ya enggak lah,gedung auditorium itu gede bingitss.Jadi ga bakalan sesak karna kebanyakan orang.
Pelaksanaan BAKTI full dari pagi buta sampe sore.Tapi kami dikasi makan.Meskipun gue ga bisa makan seperti yang lain karna faktor X,jadinya gue bawa bekal dari rumah.Yang penting intinya kagak bakalan kelaparan selama proses BAKTI.
Hari berikutnya dilanjutkan dengan BAKTI di fakultas masing-masing.Sama aja gue juga kagak semangat ikutinnya.Bosan, capek, pokoknya gue pengen pulang.

Oke mari kita lihat di tahun ini.Gue ga lagi di posisi peserta,tapi beranjak menjadi panitia tingkat universitas.Ini baru seru,meski capeknya tiga kali lipat dibanding saat menjadi peserta.Persiapan BAKTI dimulai dari sebelum ujian akhir semester, harus rapat pleno,rapat bidang, bahkan saat Ramadhan juga harus rapat.Saking panjangnya persiapan, hingga harus berbuka di kampus.Tapi ini proses,dan gue udah niat setia sampe akhir.Maka gue nikmati aja prosesnya, sekaligus tambah teman,tambah ilmu, dan tambah pengalaman. (y)

Maka tibalah saatnya "Show time" tanggal 5 dan 6 Agustus 2014.Gue diposisikan sebagai asisten korlap di titik halte bus kampus.Alasan posisi ini gue ga tau.Mungkin mengenai mimik wajah yang cocok jadi preman halte (hak?).Tapi gue ga separah itu kok,masih bisa ngomong lembut tapi dengan suara keras "Cewek naik di pintu depan, cowok naik di pintu belakang, yang jalan itu lari dong! udah telat! udah setengah 7 lo dek!".Sebagai cewek satu-satunya di antara 3 cowok kece lain (anak fakultas teknik semua ) yang dipercaya sebagai "preman halte" gue juga jadi merasa seperti cewek keren (assiikk).
Hari pertama BAKTI 2014 berlangsung lancar,ontime,aman, dan tertib.Lebih kurang 130 panitia berhasil mengendalikan 4600-an mahasiswa baru.Peserta dipulangkan sebelum sholat dzuhur,lalu panitia melanjutkan dekorasi untuk pembukaan esok hari.Capek? bohong kalau bilang "enggak". Seru? bohong banget kalau cuma bilang "iya",tapi harus bilang "bangeeetttt".Mulai dari hari sebelumnya kami bareng-bareng angkat kursi, dan hari ini bersama-sama membuat maskot "tinan boy dan tinan girl".Hingga adzan maghrib menghimbau pulang,tapi panitia yang laki-laki tetap melanjutkan dekorasi di auditorium sampai esok paginya.Mereka tidur di auditorium.Bravo buat rekan-rekan.
Tapi hari pertama itu,benar-benar banyak yang mengesankan.Mulai pengalaman pertama sebagai "preman halte",hingga balapan lagi menuju lokasi BAKTI.Setelah semua mahasiswa berhasil masuk dengan tertib ke auditorium,gue harus balapan lagi ke bawah menuju Bank,bagaimanapun gue tetap harus mikirin masalah pribadi,seperti mengurus tabungan beasiswa.Tapi yang buat kesal itu,gue harus antri 2 jam cuma buat dapatin buku tabungan dan ATM.Lalu balik lagi ke auditorium,dan jam istirahat ga gue pake buat makan,tapi harus pergi ke fakultas untuk rapat BEM KM FP UNAND.Nah di sini,gue datang dalam suasana hujan turun,jadinya gue harus buka alamamater untuk dijadikan perlindungan kepala dari rintikan hujan.Lari-lari dari GSM ke gazebo.Tapi tahukah hal apa yang gue dapat saat datang? sorak sorai dari rekan-rekan yang sudah datang duluan "Neviaaaa....maaf lahir bathinn" (sambil putar-putar jaket).Seketika lapar gue sirna, ucapan ini lebih menguatkan daripada makan siang (y).Sehabis rapat gue balik lagi ke auditorium untuk melanjutkan pekerjaan.

Di hari kedua,masih sama.Dimulai dengan menjadi "preman halte".Hari itu juga saatnya penampilan UKM.Nah satu lagi amanah gue sebagai penanggung jawab penampilan UKM PIKA.Hingga saat itu 75% sudah fix,tinggal menunggu saatnya tampil.Pada saatnya, gue tetap mendampingi mereka di pinggir panggung.Terimakasih deh buat respon ramah, cepat tanggap dan kerjasama yang baik dari UKM PIKA :) .
Inilah detik-detik semua tugas hampir selesai.Hingga gue sempat ketiduran di belakang meja operator.Untungnya gue bangun tepat waktu di mana saatnya kolaborasi panitia dengan unit kegiatan seni mahasiswa asrama menyanyikan medley lagu-lagu daerah.Seluruh panitia berjejer di panggung bersama bapak WR 3.Meski panitia hanya tepuk tangan di atas panggung,tapi tetap ini momen sakeren-keren yang paling oke.Di akhir lagu, muncul ratusan balon dari lantai 2.Inilah persembahan akhir dari panitia BAKTI universitas yang luar biasa sebagai bentuk pernyataan selamat datang pada seluruh mahasiswa baru.

Itulah dia rangkaian acara BAKTI universitas.Mungkin tahun ini tercatat sebagai BAKTI yang luar biasa, ontime, dan sakeren-keren.Gue senang bisa bergabung dengan kepanitiaan ini,menjadi salah satu cerminan awal universitas andalas bagi mahasiswa baru 2014.Terimakasih panitia,terimakasih BEM KM UNAND, terimakasih seluruh UKM, dan terimakasih mahasiswa baru. :D