Aku tak ingat hari apa,tanggal berapa pastinya antara tahun 2006 atau 2007-an.Ketika aku masih berada di sekolah dasar,begitupun dia.Ketika mimpi dihantui oleh bayangan ujian nasional.Ketika seragam putih biru serasa telah di depan mata.
Rumahnya tak jauh dari rumahku.Kami bersama mulai dari nostalgia didikan shubuh,riangnya TPA,hingga bermain lompat tali bersama.Dalam kekompakan itu sedikit banyaknya ada persaingan di antara kami.Hal itu terjadi karena kami adalah kawan sama besar.Selalu berusaha menikung untuk jadi yang terbaik.Dia iri akan kemampuanku,begitupun aku sering tidak nyaman akan kehebatannya.Tapi semua itu teratasi karena kami mencoba saling pengertian satu sama lain.
Hingga tiba saatnya aku sadar,bahwa Tuhan sangat menyayanginya.Sampai suatu ketika Tuhan memanggil untuk kembali ke syurga,bersama-Nya.Karna panggilan agung itu ia meninggalkan aku.Terbang ke langit yang indah.Aku hanya bisa menatap kepergiannya,berpijak di bumi bersama kenangan aku dengan dia.
Kronologis kepergiannya sangat membuatku merasa menyesal.Dua minggu sebelum kami berpisah,pertengkaran hebat terjadi di antara kami.Tak saling menyapa,saling sindir,membelalakkan mata satu sama lain.Saat ini aku telah lupa apa sebabnya.Setelah satu minggu kami tak juga baikan.Hingga ia diberitakan masuk rumah sakit,terkena demam berdarah.Tak sempat sekalipun aku menjenguknya.
Hingga suatu pagi aku mendengar berita duka yang di umumkan di masjid.Berita itu cukup membuat tubuhku berguncang hebat.Seketika aku melompat dari tempat tidur sambil menangis.Ya,itu adalah berita kematiannya.Galau seketika teringat bahwa kami belum sempat berbaikan.Teringat terakhir kali aku tak memanggil namanya,melainkan aku tertawakan ia dengan julukan "Si komet".
Terakhir kali aku melihat wajahnya saat sekujur tubuhnya telah dibalut kain kafan.Ingin kupeluk saat itu,seraya berbisik "aku menyayangimu,ku mohon tetaplah di sini bersamaku".Tapi apa daya,aku tak bisa melakukannya.Kasih sayang itu ku wujudkan dengan mengantar jenazahnya ke peristirahatan terakhir.Ketika perlahan-lahan tanah mulai menutupi liang lahat,saat itu juga kenangan kami terkubur bersama jasadnya,jasad sahabat kecilku.
Hingga sore-sore setelah perpisahan itu,aku hanya bermain sendirian.Terasa betul sedihnya kehilangannya.Masih terngiang lengkingan suaranya memanggil namaku,mangajak bermain lompat tali,sambil menyelesaikan hafalan al qur'an yang ditugaskan pak ustadz.
Kenangan terindah bersamanya adalah saat ia menunjukkan sepatah kata dalam ayat al qur'an surat An-nisa 57 "Zhillan Zholila".Kata itu adalah namanya.Semoga dia mendapatkan tempat sesuai arti nama itu."Tempat yang teduh lagi nyaman".
-------------------------------------------------------------
Tiba-tiba hari ini aku merindukanmu.Merindukan tawa kita dulu,semuanya yang pernah kita lalui.Tak satupun aku memiliki foto tentang dirimu,sebagai pengobat rindu.Namun garisan wajahmu telah tersimpan kokoh dalam memori hati.
Salam cinta untuk bidadari yang kini bersama denganmu di syurga.Harapanku,nantinya kita bertemu dengan keadaan menyandang sayap indah,sayap bidadari syurga.Hingga akhirnya hasil dari kita yang gemar belajar al qur'an bersama dahulunya,yaitu memberikan mahkota cantik pada ayah bunda di syurga dapat kita lakukan secara serentak.
Aku akan melanjutkan mimpi-mimpimu yang tak sempat terwujud.Sebagai tanda permohonan maaf atas kesalahanku.
#salam cinta penuh rindu teruntuk sahabat kecil yang sayapnya telah tumbuh di syurga.
Zhillan Zholila
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar