Kamis, 31 Juli 2014
Hujanku
Aku belajar mencintai hujan,
meski dia membuatku demam,
dingin memang, perlu menahan gigil saat bersama,
habis, aku bisa apa?
mengharapkan mentari?
dia meninggalkan aku sepanjang malam.
ohya, meski aku tahu,
ada bulan yang diam-diam mencuri terang,
untuk menerangi malam itu,
tapi dia pengecut, menghilang saat mentari datang,
Aku kembali pada hujan,
datangnya melarutkan air mata di pipi,
yang perginya menitipkan pelangi,
meski jika bersamanya membuat aku flu dan batuk lagi,
akhirnya aku mencintai hujan dengan sangat,
bahkan aku mulai tidak mengapa,
untuk bertemu hujan melepas rindu,lagi-lagi aku harus jatuh sakit.
#vivi
22:15
31 Juli 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar