Akhirnya arena ini sepi juga,
tepat jam 03.30,menjelang shubuh,
Suara air jatuh dari pancuran,
serta lampu remang-remang,
Memantul tajam di permukaan kolam.
Kulangkahkan kaki keluar penginapan,
Menyusuri tepi kolam,lalu duduk di salah satu sisinya,
kurendamkan kaki ke air hangatnya,
lumayan untuk menaikkan suhu tubuh yang dingin,
Perlahan ku celupkan tangan ke air dan kuusapkan ke wajah,
tiba-tiba terasa mengalir sesuatu dari wajah ini,
Akhirnya semuanya tumpah,
ya, itu dia air mata yang tertahan dari tadi,
cukup menyangkal batang tenggorokan,
dan malam ini,di tepi kolam hangat ini semuanya lepas,tumpah,
Bagaimanapun inilah tanda bahwa aku bukanlah perempuan yang kuat,
bukanlah insan tanpa air mata,
Tapi aku tak ingin berlama-lama,
Bagaimanapun air mata yang menganak sungai ini,
Tak boleh terlihat siapapun,
Sekali lagi kuusapkan uap hangat kewajah,
dan ku tenggelamkan seluruh tubuh pada kolam itu,
Hingga air mata ini larut bersama kehangatan,
dan saat kembali muncul ke permukaan,
aku sudah kembali,tanpa beban,tuntutan dan harapan.
Kembali tersenyum.
4 Mei 2014
#Vivi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar