TARIK AKU
by : vivi
Dunia kita berbeda,
meski kata orang, kau sekolah aku pun sekolah,
Dunia kita sungguh berbeda,
meski kata orang, kau kecil, aku pun kecil,
tapi di hatiku berbeda,
Masa sekolahku, suram,
ada tangan-tangan licik menjahili tubuh ini,
Apa salahku?
Aku hanya ingin menikmati hari-hari sepertimu,
Pagi hari yang kau idamkan,
Adalah hari baru yang aku takutkan,
Bel sekolah yang kau nantikan,
Adalah teriakan sengsara yang hati ini rasakan,
Jika yang menantimu di gerbang sekolah,
adalah guru dan sahabat yang ramah tamah,
maka kenyataan yang menantiku di gerbang sekolah,
adalah badai nafsu luar biasa tak ter-elak,
Di sini, di ruangan sebelah jendela duniamu,
Aku memandang sebuah sinar kebebasan,
Dunia dengan pagi tanpa ketakutan,
Dunia masa kecil dengan beragam keceriaan,
betapa aku ingin mengulurkan tangan ke jendela itu,
Tak rela ku habiskan waktu lebih lama lagi seperti ini,
Hatiku berteriak,masa kecil ini bukan untuk memuaskan si tangan licik,
Tangan licik yang bertahta di duniaku ini,
Aku ingin ke duniamu..
namun sudikah kau tarik aku?
*sejenak ingin merasuk ke dalam perasaan si kecil yang menggigil ketakutan,
Fenomena sekolah tak lagi aman.
Kabar menyedihkan akhir-akhir ini.
Jika sudah 10 anak sekolahan yang telah diciderai fisik dan mentalnya oleh kekerasan seksual usia dini maka disimpulkan bahwa Indonesia nyaris kehilangan 10 generasi terbaik yang paling tidak dalam masing-masing otak mereka pasti memiliki sebuah pemikiran untuk Indonesia kedepannya.
Entah itu karena pedofil yang diderita atau memang kebobrokan moral.
Apapun alasannya, CUKUP sampai di sini rusak generasi!
Jaga orang-orang di sekitar kita dengan baik!
Tanggung jawab kita bersama untuk saling menjaga.
Karena setiap kita pun adalah insan-insan istimewa yang berhak mendapat penjagaan dari orang sekeliling kita.
sekali lagi, CUKUP sampai di sini rusak generasi!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar